Threads
WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn

Other Posts

Cara Kerja Heat Pump Water Heater, Prinsip Refrigerant dan HSPF

Garansi Resmi WIKA dan Masa Pakai hingga 7 Tahun, Apa yang Ditanggung

WIKA Asli vs Abal Abal, Cara Pastikan Beli dari Distributor Resmi

Hitung Balik Modal Solar Water Heater vs Listrik dalam Berapa Tahun

Sudah lama mempertimbangkan pasang solar water heater tapi masih ragu, apakah investasinya benar benar sepadan dibanding pakai water heater listrik biasa? Pertanyaan balik modal solar water heater vs listrik ini memang wajar muncul, karena selisih harga awal keduanya bisa sangat jauh.

Jawabannya ternyata tidak sesederhana satu angka, karena periode balik modal sangat bergantung pada kapasitas, pola pemakaian, dan tarif listrik di rumahmu. Berikut perhitungan langkah demi langkah yang dapat membantu kamu menentukan estimasi balik modal yang paling realistis. 

Investasi Awal: Solar Water Heater vs Water Heater Listrik

Water heater listrik unggul dengan investasi awal sangat terjangkau, sementara solar water heater menuntut modal awal lebih tinggi karena sistem panel surya dan tangkinya, meski jauh lebih hemat biaya operasional. Berikut perincian lengkap kedua opsi ini dari sisi investasi awal.

AspekWater Heater ListrikSolar Water Heater
Investasi AwalRp1.000.000 – Rp4.000.000Rp8.000.000 sampai lebih dari Rp40.000.000
Kapasitas Umum15 – 30 liter100 – 300 liter
Biaya InstalasiMurah dan mudah, hanya perlu dudukan serta penyesuaian pipa dan kabelLebih mahal dan kompleks, perlu panel kolektor di atap dan penguatan struktur
Sumber EnergiListrik rumah, 350 sampai 800 watt tiap kali dipakaiEnergi matahari gratis, listrik hanya untuk backup

Water heater listrik cocok buat kamu yang ingin solusi cepat dengan bujet terbatas, karena instalasinya hanya butuh sedikit penyesuaian pipa air dan kabel listrik rumah. Solar water heater sebaliknya menuntut kesiapan atap yang kuat dan ruang instalasi memadai, tapi begitu terpasang, biaya operasionalnya jauh lebih ringan karena mengandalkan energi matahari secara gratis.

Biaya Operasional Bulanan Kedua Sistem

Sumber: Asset

Selain investasi awal, biaya operasional bulanan juga jadi faktor penting yang wajib kamu pertimbangkan. Solar water heater nyaris tidak membebani tagihan listrik, sementara water heater listrik justru menambah pengeluaran setiap bulan. 

Komponen BiayaSolar Water HeaterWater Heater Listrik
Biaya Bulanan NormalRp0, hanya mengandalkan matahariRp200.000 -Rp450.000
Biaya Tahunan PerawatanRp300.000 – Rp500.000 untuk anode rodPenggantian elemen pemanas berkala
Biaya Backup ListrikAktif otomatis saat mendung, tambah sedikit biaya Sepenuhnya bergantung listrik setiap saat 

Baca Juga: Simulasi Penghematan Listrik Setelah Pasang Solar Water Heater

Cara Menghitung Titik Balik Modal (Break-Even Point)

Untuk mengetahui break even point water heater tenaga surya, kamu bisa menggunakan rumus sederhana yang membandingkan selisih investasi dengan selisih biaya operasional bulanan. Berikut langkah langkah lengkap untuk menghitungnya sendiri.

Hitung Selisih Biaya Investasi Awal

Jumlahkan dulu harga unit dan instalasi masing masing sistem, misalnya solar water heater sekitar Rp20.000.000 dan water heater listrik sekitar Rp5.000.000. Selisih dari kedua angka ini, yaitu sekitar Rp15.000.000, akan menjadi modal tambahan yang perlu ditutup lewat penghematan bulanan.

Hitung Biaya Operasional Listrik per Bulan

Gunakan rumus daya watt dikali lama penggunaan dalam jam dikali tarif listrik per kWh, lalu dibagi 1000. Sebagai contoh, water heater listrik berdaya 800 Watt yang dipakai 2 jam sehari dengan tarif Rp1.444 per kWh akan menghabiskan sekitar Rp69.300 per bulan.

Hitung Penghematan dan Tentukan Titik Balik Modal

Kurangi biaya bulanan water heater listrik dengan biaya bulanan solar water heater untuk mendapatkan angka penghematan, misalnya sekitar Rp59.300 per bulan. Bagi selisih investasi awal dengan angka penghematan ini untuk mengetahui berapa lama balik modal solar water heater yang kamu butuhkan.

Skenario Berdasarkan Kapasitas dan Penggunaan

Perhitungan ini sangat dipengaruhi kapasitas tangki dan frekuensi mandi air panas anggota keluarga di rumah. 

Untuk kapasitas 15 – 30 liter yang biasa dipakai satu sampai dua orang, selisih investasi awal tidak terlalu besar sehingga berapa lama balik modal solar water heater cenderung sangat panjang, belasan hingga puluhan tahun, karena konsumsi harian water heater listriknya relatif kecil. 

Sebaliknya, untuk kapasitas 50 -300 liter yang umum dipakai keluarga besar, water heater listrik akan menarik daya tinggi di atas 1.500 watt setiap kali memanaskan air. Oleh karena itu, selisih tagihan bulanannya bisa mencapai ratusan ribu rupiah dan titik balik modal solar water heater bisa tercapai jauh lebih cepat, dalam kurun waktu tiga sampai lima tahun.

Baca Juga: Biaya Operasional Tersembunyi Solar Water Heater yang Perlu Dihitung

Simulasi Balik Modal Berdasarkan Pola Pemakaian Rumah Tangga

Sumber: Asset

Supaya lebih mudah dibayangkan, mari kita lihat simulasi nyata menggunakan solar water heater WIKA untuk kebutuhan keluarga dengan 3 hingga 5 anggota. Simulasi ini memakai tarif listrik rumah tangga nonsubsidi yang berlaku saat ini. 

ParameterWater Heater ListrikSolar Water Heater
Daya dan TeknologiTangki 30 liter, 1.500 wattTenaga surya, backup listrik minimal
Pola PemakaianDipanaskan satu jam per hariPemanasan alami matahari sepanjang hari
Konsumsi Listrik1,5 kW × 1 jam × 30 hari = 45 kWhHanya butuh backup saat mendung atau hujan
Biaya BulananRp75.000 – Rp100.000Rp0 – Rp20.000
Biaya TahunanRp900.000 – Rp1.200.000Rp0 – Rp250.000

Analisis Balik Modal (ROI)

Sebagai contoh, solar water heater WIKA tipe SR 130 S1 berkapasitas 130 liter dibanderol sekitar Rp19.750.000, sementara tipe SR 150 L1 berkapasitas 150 liter dibanderol Rp24.600.000, keduanya cocok untuk rumah berpenghuni 3 – 5 orang. 

Bandingkan dengan water heater listrik Ariston Andris2 15L seharga Rp2.500.000, sehingga selisih investasi awalnya berkisar Rp17.000.000 – Rp20.000.000 dibanding solar water heater. 

Dengan memakai solar water heater, kamu bisa menghemat sekitar Rp1.000.000 hingga Rp1.500.000 per tahun dibandingkan water heater listrik, belum termasuk potensi kenaikan tarif dasar listrik di masa depan. Berdasarkan roi solar water heater pada skenario pemakaian keluarga menengah seperti ini, periode balik modalnya umumnya tercapai dalam tiga sampai lima tahun.

Faktor yang Mempercepat atau Memperlambat Balik Modal

Break even point water heater tenaga surya dibandingkan pemanas air listrik sangat bergantung pada efisiensi perangkat dan biaya operasional yang berlaku. Secara umum, titik impas investasi ini dicapai dalam rentang empat hingga tujuh tahun melalui akumulasi penghematan tagihan listrik, namun beberapa faktor bisa mempercepat atau memperlambatnya.

Tingginya Frekuensi Pemakaian

Semakin sering mandi air panas atau semakin banyak anggota keluarga yang menggunakannya, semakin besar porsi listrik yang dihemat dari pemanas air listrik konvensional. Rumah dengan banyak penghuni otomatis mempercepat periode balik modal dibanding rumah dengan penghuni sedikit.

Tarif Dasar Listrik yang Digunakan

Semakin tinggi golongan tarif listrik PLN yang kamu gunakan, semakin besar selisih nominal rupiah yang dihemat setiap bulannya. Rumah dengan daya listrik besar dan tarif per kWh lebih mahal biasanya merasakan penghematan yang lebih signifikan dari solar water heater.

Intensitas Sinar Matahari di Lokasi

Lokasi pemasangan yang cerah dan konsisten memberikan pasokan energi gratis tanpa batas, sehingga pemanas listrik backup jarang menyala. Wilayah dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun cenderung membuat periode balik modal sedikit lebih lama karena backup listrik lebih sering aktif.

Kapasitas Tangki yang Berlebihan

Membeli kapasitas solar water heater yang jauh melebihi kebutuhan harian membuat modal awal membengkak secara tidak perlu tanpa manfaat sepadan. Sesuaikan kapasitas dengan jumlah penghuni dan pola pemakaian aktual supaya perhitungan perbandingan biaya solar vs listrik tetap realistis.

Musim Hujan dan Lokasi Minim Cahaya

Saat cuaca mendung atau hujan terus menerus, sistem solar water heater terpaksa mengandalkan electric backup heater bawaan, sehingga menyedot daya listrik PLN dan menaikkan biaya operasional. Kondisi ini otomatis memperpanjang periode balik modal dibanding lokasi dengan sinar matahari konsisten sepanjang tahun.

Pemborosan dan Kurangnya Perawatan

Panel surya yang tertutup debu atau posisi pemasangan yang terhalang bayangan pohon dan bangunan akan menurunkan efisiensi penyerapan panas. Kurangnya perawatan rutin juga memicu kerusakan lebih cepat, yang pada akhirnya menambah biaya tak terduga dan memperlambat periode balik modal secara keseluruhan.

Konsultasikan Pilihan Terbaik dengan Distributor Resmi WIKA

Menghitung sendiri balik modal solar water heater vs listrik memang membantu, tapi hasil paling akurat tetap didapat lewat konsultasi langsung dengan ahlinya. Setiap rumah punya kebutuhan air panas dan pola pemakaian yang berbeda, sehingga perhitungan generik belum tentu pas untuk situasimu.

BIG Group sebagai distributor resmi WIKA siap membantu menghitung estimasi balik modal sekaligus merekomendasikan kapasitas yang paling sesuai dengan kebutuhan rumahmu. Sudah siap menemukan pilihan pemanas air paling menguntungkan untuk jangka panjang?

Konsultasikan Perhitungan Balik Modal & Kebutuhan Anda dengan Distributor Resmi WIKA!

WIKA SR 100 S1- SOLAR WATER HEATER WIKA

Original price was: Rp22.600.000.Current price is: Rp18.150.000.

Heat Pump Hot Water Tank PT500L

Original price was: Rp37.031.840.Current price is: Rp26.680.000.

Heat Pump Hot Water Tank PT300L

Original price was: Rp25.046.460.Current price is: Rp18.045.000.

Heatpump Commercial Wika HPU 36.0 – 814P

Original price was: Rp163.316.244.Current price is: Rp117.663.000.