Threads
WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn

Other Posts

Air Panas Berbau dan Keruh dari Solar Water Heater: Penyebab dan Penanganannya

Heat Pump Berisik atau Bergetar? Penyebab dan Solusi Sebelum Memanggil Teknisi

Kerak Akibat Air Sadah pada Water Heater dan Cara Mencegahnya

Ganti dari Water Heater Listrik ke Heat Pump di Hotel: Apa yang Harus Diubah?

Bayangkan pengelola hotel yang setiap bulan harus menandatangani tagihan listrik yang terus membengkak, padahal sebagian besar bebannya justru berasal dari puluhan pemanas air listrik yang menyala serentak di tiap kamar. 

Kondisi seperti inilah yang biasanya jadi alasan utama sebuah properti akhirnya memutuskan ganti water heater listrik ke heat pump, bukan sekadar ikut tren teknologi baru.

Hanya saja, peralihan ke heat pump bukan sekadar tukar unit lama dengan yang baru. Ada banyak hal teknis yang perlu diubah, mulai dari sistem penempatan, instalasi pipa, kebutuhan daya listrik, sampai keputusan apakah penggantiannya dilakukan sekaligus atau bertahap per lantai.

Sistem Point-of-Use vs Sentral: Perubahan Paling Mendasar

Perubahan paling mendasar saat ganti water heater listrik ke heat pump ada pada pilihan sistem point-of-use atau lokal dibanding sistem sentral, sebab heat pump membutuhkan ruang fisik yang jauh lebih besar dan sirkulasi udara yang baik dibanding water heater listrik biasa.

Perbandingan Kedua Sistem

Supaya lebih jelas, berikut perbandingan perubahan mendasar antara kedua sistem tersebut.

Faktor PerubahanSistem Point-of-Use (Lokal)Sistem Sentral (Terpusat)
Ukuran dan penempatanMenantang, sebab unit dan kompresor sulit ditempatkan di kamar mandi kecil.Lebih ideal, unit bisa diletakkan di area servis, dak beton, atau garasi.
Instalasi pipaLebih sederhana karena langsung di titik lama, tapi mengganggu estetika ruangan.Butuh jaringan pipa panas berisolasi ke seluruh bangunan agar suhu tidak turun di perjalanan.
Biaya awalMahal kalau harus beli unit kecil untuk tiap kamar mandi.Lebih ekonomis, cukup satu unit kapasitas besar untuk seluruh bangunan.
Efisiensi pemanfaatanKurang optimal, sebab heat pump paling efisien memanaskan air dalam volume besar sekaligus.Sangat optimal, konsumsi listrik bisa hemat hingga 70 – 80% dibanding water heater listrik konvensional.

Ringkasan Rekomendasi

Kalau Anda memutuskan beralih ke heat pump, sistem sentral jadi pilihan paling masuk akal, sebab heat pump memang dirancang sebagai sistem berbasis tangki penampung yang cocok diletakkan di satu titik terpusat untuk menyuplai seluruh bangunan. Memaksakan heat pump untuk sistem point-of-use biasanya tidak efisien secara biaya dan justru merusak estetika interior kamar mandi karena ukuran unitnya yang besar dan berisik.

Perubahan Instalasi Pipa, Tangki, dan Sirkulasi

Instalasi water heater yang berubah dari listrik ke heat pump memerlukan penyesuaian pada jalur pipa, kapasitas tangki, dan sistem sirkulasinya, sebab heat pump biasanya memakai unit terpisah atau tangki penyimpanan yang lebih besar dengan sistem transfer panas dari udara.

Instalasi Pipa

Beberapa penyesuaian pipa yang perlu diperhatikan meliputi jalur pipa masuk dan keluar, di mana pipa inlet mengalirkan air dingin ke unit heat pump dan pipa outlet mengalirkan air panas dari unit ke tangki atau langsung ke keran. Selain itu, bahan pipa sebaiknya tahan panas dan tekanan tinggi seperti PEX atau PPR, ditambah insulasi busa pada pipa air panas untuk mencegah kehilangan panas selama distribusi, serta katup pengaman dan check valve pada jalur air dingin agar aliran tidak balik dan aman dari tekanan berlebih.

Tangki Penyimpanan

Kalau water heater hotel lama biasanya bertipe gantung dengan kapasitas 15–30 liter yang memanaskan air secara instan, heat pump justru menyimpan air panas dalam tangki terisolasi berkapasitas lebih besar. Kapasitasnya mulai dari 150 liter hingga ribuan liter, tergantung kebutuhan hotel.

Karena itu, pastikan lantai atau struktur penyangga mampu menahan beban tangki saat terisi penuh air. Hubungkan juga sensor suhu tangki ke panel kontrol heat pump agar mesin otomatis menyala ketika suhu air turun.

Sistem Sirkulasi

Sistem rumah tangga memakai sirkulasi langsung dari tekanan pompa air bersih, tapi untuk kapasitas besar atau komersial seperti hotel, dibutuhkan pompa sirkulasi tambahan agar air panas terus mengalir antara unit heat pump dan tangki. Selain itu, unit kompresor sebaiknya ditempatkan di area terbuka dengan sirkulasi udara bebas, bukan di ruangan tertutup atau sempit, sebab mesin mengambil energi panas dari udara. 

Kebutuhan Daya Listrik dan Lokasi Outdoor Unit

Penggantian ke heat pump water heater menurunkan konsumsi daya listrik secara signifikan hingga sekitar sepertiga dari kebutuhan daya semula, sekaligus memerlukan penempatan unit di area terbuka atau berventilasi sangat baik.

Kebutuhan Daya Listrik

Water heater listrik konvensional umumnya membutuhkan daya sekitar 800–1.500 watt saat elemen pemanas bekerja. Sementara itu, heat pump water heater hanya memerlukan daya sekitar 200–500 watt untuk menjalankan kompresor dan kipas yang menyerap panas dari udara.

Sebagian unit heat pump juga dilengkapi elemen pemanas cadangan sekitar 1.200 watt yang otomatis aktif dalam kondisi tertentu, seperti mode boost. Meski begitu, konsumsi listrik harian umumnya dapat lebih hemat, tergantung kondisi operasional dan efisiensi unit.

Lokasi Penempatan Unit

Unit heat pump sebaiknya ditempatkan di area terbuka atau semi terbuka seperti area jemur atau garasi luas agar pasokan udara sekitar lancar, dihindarkan dari ruang tertutup rapat atau sempit karena efisiensinya bisa turun drastis kalau suhu udara sekitar terlalu dingin atau lembap, dan diberi jarak longgar dari dinding sekitar agar aliran udara masuk maupun keluar tidak terhalang.

Hitungan Penghematan Biaya Operasional

Sumber: Asset

Beralih dari water heater listrik konvensional ke heat pump water heater bisa menghemat biaya operasional listrik hingga 75%. Berikut contoh hitungan perbandingan biaya operasional untuk kapasitas tangki 150 – 300 liter, dengan asumsi tarif listrik PLN golongan rumah tangga sekitar Rp1.444,70 per kWh.

Contoh Hitungan Perbandingan Biaya

Untuk water heater listrik konvensional dengan daya 1,5 kW yang beroperasi 2 jam per hari, konsumsi energinya adalah 1,5 dikali 2 sama dengan 3 kWh per hari. Kalau dikalikan tarif Rp1.444,70, biayanya sekitar Rp4.334 per hari, atau sekitar Rp130.020 per bulan untuk 30 hari.

Sementara untuk heat pump water heater dengan daya kompresor 0,375 kW berkat COP sekitar 4 kali lipat, dengan waktu operasional yang sama 2 jam per hari, konsumsi energinya hanya 0,375 dikali 2 sama dengan 0,75 kWh per hari. Biayanya jadi sekitar Rp1.083 per hari, atau sekitar Rp32.490 per bulan.

Analisis Penghematan

Dari perbandingan ini, penghematan per bulan mencapai sekitar Rp130.020 dikurangi Rp32.490, atau sekitar Rp97.530 per bulan. Kalau dihitung setahun, penghematannya bisa mencapai sekitar Rp1.170.360 per tahun untuk satu unit saja, dan tentu akan jauh lebih besar lagi kalau dikalikan jumlah kamar di sebuah hotel.

Baca Juga: Menghitung Kebutuhan Heat Pump Hotel Berdasarkan Jumlah Kamar dan Jam Puncak

Transisi Bertahap: Per Lantai atau Sekaligus?

Mengganti water heater listrik ke heat pump secara sekaligus jauh lebih direkomendasikan dibanding bertahap per lantai, terutama kalau semua lantai terhubung dalam satu sistem pipa panas yang sama atau kalau Anda ingin menghemat biaya jangka panjang. Meski begitu, keputusan akhirnya tetap bergantung pada kondisi sistem pemipaan yang ada saat ini.

Perbandingan Transisi Sekaligus vs Bertahap

Faktor PertimbanganTransisi SekaligusTransisi Bertahap per Lantai
Sistem pemipaanIdeal kalau pipa air panas sudah tersentralisasi untuk semua lantaiHanya bisa dijalankan kalau tiap lantai punya jaringan pipa terpisah total
Efisiensi biayaLebih hemat, cukup beli 1 unit besar dan 1 kali biaya instalasiLebih mahal, perlu beli beberapa unit kecil dan bayar jasa instalasi berkali kali
Investasi awalTinggi, butuh modal besar di depanRendah, modal bisa dibagi sesuai anggaran yang tersedia
Ruang dan estetikaHemat tempat, cukup 1 unit outdoor dan 1 tangki sentralSempit, banyak unit atau tangki di tiap lantai

Kapan Harus Memilih yang Mana

  • Transisi sekaligus: Cocok jika sumber air panas rumah atau hotel berasal dari satu titik pusat, Anda ingin memaksimalkan efisiensi energi melalui satu unit besar, atau properti sedang menjalani renovasi besar untuk pemasangan instalasi sentral. Jika anggaran memungkinkan, langkah ini menghindari pembongkaran pipa berulang dan memungkinkan penghematan listrik sejak hari pertama.
  • Transisi bertahap per lantai: Masuk akal jika setiap lantai sudah memiliki instalasi pipa dan sumber air panas mandiri, atau anggaran saat ini hanya mencukupi untuk satu lantai terlebih dahulu.

Baca Juga: Kerak Akibat Air Sadah pada Water Heater dan Cara Mencegahnya

Migrasi ke Heat Pump WIKA bersama BIG Group

Setelah memahami semua penyesuaian di atas, langkah ganti water heater listrik ke heat pump akan jauh lebih terarah kalau direncanakan bersama tim yang berpengalaman menangani migrasi ke WIKA heat pump water heater untuk skala hotel maupun rumah tinggal. 

Survei lapangan langsung akan membantu memastikan kapasitas, penempatan, dan skema instalasinya benar benar sesuai kondisi bangunan.

Siap Beralih ke Heat Pump? Gratis Survey Lokasi dari Distributor Resmi WIKA!

WIKA SR 100 S1- SOLAR WATER HEATER WIKA

Original price was: Rp22.600.000.Current price is: Rp18.150.000.

Heat Pump Hot Water Tank PT500L

Original price was: Rp37.031.840.Current price is: Rp26.680.000.

Heat Pump Hot Water Tank PT300L

Original price was: Rp25.046.460.Current price is: Rp18.045.000.

Heatpump Commercial Wika HPU 36.0 – 814P

Original price was: Rp163.316.244.Current price is: Rp117.663.000.