Pernahkah Anda mencium bau tidak sedap seperti telur busuk saat baru saja membuka keran air panas, padahal biasanya air dari solar water heater di rumah selalu bersih dan segar? Kondisi air solar water heater berbau seperti ini memang bikin was was, apalagi kalau warnanya ikut berubah jadi keruh atau kekuningan.
Sebelum buru buru mengganti unit atau memanggil teknisi, ada baiknya Anda kenali dulu penyebabnya, mulai dari faktor bakteri, kondisi anoda, sampai kualitas sumber air baku. Dengan begitu, Anda bisa menentukan langkah penanganan yang tepat tanpa perlu panik berlebihan.
Penyebab Air Berbau: Bakteri, Anoda, dan Air Tergenang
Penyebab utama air solar water heater berbau tak sedap seperti telur busuk atau bau besi adalah reaksi kimia dan biologis yang terjadi di dalam tangki. Ada tiga faktor utama yang biasanya jadi biang keladinya.
Bakteri Pereduksi Sulfat
Bakteri sulfur atau pereduksi sulfat berkembang biak di lingkungan hangat seperti tangki pemanas air, lalu memakan kandungan sulfat alami dalam air dan menghasilkan gas hidrogen sulfida yang memicu bau busuk menyengat. Kalau setelan suhu di sistem kurang panas, misalnya di bawah 50°C, bakteri dan jamur jadi lebih mudah hidup dan berkembang biak.
Batang Anoda yang Sudah Aus
Batang anoda yang biasanya berbahan magnesium berfungsi melindungi tangki dari karat, namun ketika mengalami korosi atau bereaksi dengan mineral sulfat di dalam air, proses ini melepaskan elektron yang memicu terbentuknya gas hidrogen sulfida, terutama kalau kadar sulfur di air cukup tinggi.
Kalau anoda sudah mulai menipis, sebaiknya jangan diganti sendiri, sebab penggantian anoda menyangkut sistem tekanan dan proteksi tangki yang lebih aman ditangani oleh teknisi berpengalaman.
Air Tergenang di Dalam Tangki
Air yang mengendap atau tergenang terlalu lama tanpa sirkulasi, misalnya saat rumah ditinggal bepergian, jadi tempat ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Air yang jarang dikuras juga menyebabkan kotoran, sedimen mineral, dan mikroorganisme mengendap di dasar tangki penampungan.
Penyebab Air Keruh: Endapan, Karat, dan Sumber Air
Selain bau, kondisi air water heater keruh biasanya disebabkan oleh penumpukan endapan mineral, korosi pada komponen tangki, serta kualitas sumber air yang kurang baik.
Endapan Mineral
Air yang mengandung mineral tinggi akan meninggalkan residu atau kerak saat dipanaskan terus menerus di dalam tangki, dan lama kelamaan kerak ini rontok, tercampur dengan air, lalu membuatnya tampak keruh atau keputihan. Solusinya, lakukan pengurasan tangki secara berkala minimal 6 bulan sampai 1 tahun sekali untuk membuang endapan yang menumpuk di dasar tangki.
Karat dan Korosi pada Tangki
Seiring waktu, bagian dalam tangki atau batang anoda bisa mengalami reaksi oksidasi, dan kalau anoda sudah habis tergerus tanpa segera diganti, dinding baja tangki mulai berkarat sehingga air berubah warna jadi kuning, kecoklatan, atau kemerahan. Untuk masalah ini, sebaiknya percayakan pemeriksaan dan penggantian anoda pada tim teknisi resmi, bukan dilakukan sendiri, supaya penanganannya tepat dan aman.
Kualitas Sumber Air Baku
Air sumur atau sumber air tanah yang mengandung zat besi, mangan, pasir halus, atau tanah liat tinggi akan bereaksi dengan oksigen saat dipanaskan, membentuk partikel tersuspensi yang membuat air keruh, berbau logam, atau meninggalkan noda kekuningan. Solusinya, pasang filter air di jalur masuk sebelum air masuk ke tangki solar water heater untuk menyaring partikel tersuspensi dan zat besi berlebih.
Baca Juga: Kerak Akibat Air Sadah pada Water Heater dan Cara Mencegahnya
Cara Menguras Tangki dengan Aman

Sumber: Asset
Cara menguras water heater atau solar water heater dengan aman adalah mematikan aliran listrik dan pasokan air terlebih dahulu, lalu membuang air melalui katup pembuangan sampai bersih.
Langkah Persiapan
- Matikan sakelar pemutus arus atau cabut kabel daya elemen pemanas cadangan untuk mencegah sengatan listrik.
- Tunggu air di dalam tangki dingin agar terhindar dari risiko luka bakar.
- Tutup katup utama pemasukan air dingin supaya tangki tidak terus terisi.
Proses Pengurasan
- Sambungkan selang ke katup pembuangan di bagian bawah tangki, lalu arahkan ujungnya ke saluran pembuangan atau ember besar.
- Buka katup pembuangan perlahan, bersamaan dengan keran air panas di dalam rumah agar udara masuk dan pengurasan lebih cepat.
- Biarkan air mengalir sampai habis untuk membuang kerak dan endapan mineral di dasar tangki.
Pengisian Ulang dan Pengaktifan Kembali
- Tutup kembali katup pembuangan dengan rapat, lalu lepaskan selang.
- Buka katup pasokan air dingin dan biarkan tangki terisi penuh.
- Buka keran air panas sampai air mengalir lancar tanpa udara atau tersendat, sebagai tanda tekanan sudah normal.
- Nyalakan kembali sakelar atau daya listrik cadangan.
Apakah Air Berbau Aman Dipakai Mandi?
Air dari solar water heater yang berbau sebaiknya tidak langsung dipakai mandi sampai penyebabnya diketahui dan diatasi.
Penyebab umum air berbau:
- Bakteri atau jamur tumbuh karena suhu tangki terlalu rendah.
- Batang anoda sudah rusak sehingga memicu bau belerang atau besi.
- Endapan kotoran dan kerak mineral menumpuk karena tangki jarang dikuras.
Risiko jika tetap dipakai mandi:
- Bau karat, logam, atau belerang ringan umumnya tidak berbahaya, tetapi bisa memicu iritasi kulit, gatal, atau alergi, terutama pada kulit sensitif.
- Bau yang sangat menyengat atau busuk menandakan air tidak higienis. Hindari dulu pemakaiannya sampai masalah benar-benar tertangani.
Pencegahan Jangka Panjang
Pencegahan jangka panjang agar air dari solar water heater tidak lagi water heater bau melibatkan perawatan rutin pada tangki, pengecekan komponen, serta penyaringan air masuk secara konsisten. Beberapa langkah cara membersihkan water heater secara berkala yang bisa Anda terapkan meliputi:
- Pasang filter air: Gunakan filter pada jalur masuk untuk menyaring mineral, zat besi, atau sulfur yang dapat menyebabkan bau.
- Kuras tangki: Lakukan pengurasan minimal 1–2 tahun sekali untuk membuang endapan dan kotoran.
- Jaga suhu air: Hindari suhu air yang terlalu rendah agar bakteri atau jamur penyebab bau tidak mudah berkembang biak.
- Periksa batang anoda: Serahkan pemeriksaan dan penggantian anoda kepada teknisi profesional sesuai kondisi komponen.
- Lakukan servis berkala: Jadwalkan servis minimal setiap 6 bulan hingga 1 tahun sekali untuk menjaga kebersihan dan kinerja seluruh sistem..
Baca Juga: Perawatan WIKA Solar Water Heater: Jadwal, Biaya, dan Tanda Perlu Dipanggilkan Teknisi
Penanganan Profesional WIKA Solar Water Heater di BIG Group
Kalau air panas di rumah Anda masih berbau atau keruh meski sudah dikuras sendiri, saatnya mempercayakan penanganannya pada teknisi resmi yang lebih memahami kondisi solar water heater secara menyeluruh, terutama untuk urusan penggantian anoda dan pengecekan komponen internal tangki.
Air Panas Bermasalah? Konsultasikan dengan Teknisi Distributor Resmi Wika!